
Si-Ariffin-kecil masuk sekolah SD, tepatnya diumur 6tahun. Tanpa sekolah TK membuat Ariffin belum bisa baca tulis dengan baik. Lupakan dulu tentang kekurangan Si-Ariffin-kecil saat Bersekolah, karena disini saya akan bercerita tentang bagaimana ia mulai jatuh cinta?
Anak 6 tahunan belum tahu lah soal cinta. yapp, ini lebih tepatnya Si-Ariffin-kecil mengagumi sosok perempuan yang selalu menjadi juara kelas tersebut. sebut saja namanya Shienta.Shienta adalah perempuan pertama yang ia kagumi, perempuan yang membuat ia bersemangat untuk bersekolah dimasa kecil.
Sekedar mengagumi diam-diam membuat ia aman dari ejekan teman-teman, hingga akhirnya Si-Ariffin-kecil naik kelas 2 dan pindah sekolah, karena ikut ibu ayahnya.
Tak seperti yang ia bayangkan, ternyata disekolah barunya ia harus berjalan kaki sekitar 10Km pulang pergi + jalanan yang kuranglah alias jalannya becek! Itu ia lakukan selama 4 tahun, hingga akhirnya kedua orangtua Si-Ariffin-kecil memutuskan untuk pindah rumah lagi ke tempat kelahiran Si-Ariffin-kecil, KPP.
Kembali ke tempat kelahiran mengharuskan Si-Ariffin-kecil bersekolah di sekolah satu-satunya yang ada di KPP, dan itu adalah sekolah lamanya juga.
Walaupun sudah kenal dengan teman-temannya yang ada di kampung begitupun yang ada disekolah, bukan berarti ia tak harus memperkenalkan diri. Hari pertama disekolah yang menurutnya harus ia katakan "baru" itu, Ia dipanggil oleh guru untuk kedepan kelas, memperkenalkan diri. Kalimat pertama yang ia ucapkan membuat seisi kelas jadi rame dengan suara tertawa, karena saat Si-Ariffin-kecil mengatakan namanya ia tak bisa menyebut huruf "R" tak seperti teman-teman yang lainnya, wajahnya tertunduk malu dan suaranya mulai bergetar. Tapi terus saja ia lanjutkan memperkenalkan dirinya, sampai selesai.
Kembalinya kesekolah lama membuat Si-Ariffin-kecil kembali mengagumi orang yang pernah ia kagumi, yaitu shienta. "Siapa sih yang Gak baper, saat jumpa orang yang pernah dikagumi?"
Setelah selesai sekolah SD, Si-Ariffin-kecil melanjutkan sekolahnya di SMP yang juga satu-satunya yang ada dikampung itu, begitu juga teman-teman yang lainnya, termasuk shienta.
Nah, tiba saatnya Si-Ariffin-kecil mengungkapkan apa yang selama ini ia rasakan terhadap shienta, jawaban yang ia dapat tentu saja "Tidak!" alasan yang tepat untuk anak usia kelas 7 pastinya "Aku cantik! Masa ia jadian ama kamu yang kamu yang jelek!" walaupun sebenarnya shienta tidak bilang secara langsung, tapi Si-Ariffin-kecil sadar diri kok.
Jawaban yang didapat tak membuat Si-Ariffin-kecil berkecil hati, ia tetap saja mengagumi shienta. Mungkin saja rasa kagum sudah menjadi cinta #Maybe!
Berkali-kali mengungkapkan perasaan jawaban yang didapat tetap saja sama, hingga membuat Si-Ariffin-kecil berkata dalam hatinya "Aku akan tetap mencintainya, rasa cinta akan aku buang jika ia sudah dinikahi oleh orang lain! Jika ia menjadi jodohku, maka rasa cinta akan semakin-makinlah!" itu hanya ungkapan kata-kata dari anak labil, yang belum pasti kebenarannya.
Selesai dari sekolah SMP, mengharuskan Si-Ariffin-kecil melanjutkannya sekolah ditempat lain. Pastinya, mengharuskannya meninggalkan orang-orang yang ia sayangi, termasuk shienta.
Tempat lain itu adalah TBK (tanjung balai Karimun) tepatnya dirumah tantenya. Saat sampai DITBK Si-Ariffin-kecil benar-benar merasa kehilangan kabar dari perempuan pertama yang pernah ia kagumi, selain ibu.
Tanpa kabar dari orang yang ia kagumi itu, membuat ia semakin terbiasa dan perlahan bisa lupa. why? "Cinta itu harus bersama".
Dan selanjutnya Si-Ariffin-kecil mulai mencintai perempuan lain. Who? Next time ya 👌
0 Response to "Cinta pertama?"
Posting Komentar
Tinggalkan jejakmu dikotak komentar :)