Cerita saat MOS Part 2


 "Erma!" Sahut Si-ketua-osis sembari mengulurkan tangan. Erma hanya menundukkan wajah saat memberikan kertas itu kepada Si-ketua-osis "Ini ada tambahan, ini Kertas dari A... Arif... Fin.. Ariffin.. Lahir tanggal 03 bulan maret 1997. Isinya hmm... Buat kakak Erma, saya suka sama kakak. saat MOS kakak baik, sangat berbeda dari pembimbing yang lain. Dan senyum kakak itu manisnya!" "Whoooo!" teriak semua peserta kecuali Si-Ariffin yang tertunduk malu, sama seperti kak Erma. "Hmm... Ini kayak surat cinta!" kata Si-ketua-osis "Yang namanya Ariffin boleh Berdiri?" Si-Ariffin masih saja menunduk malu, tapi ari mengangkat kan Tangan Si-Ariffin "Nah itu dia orangnya!" Sahut Si-ketua-osis "Whooo!!" Panasnya sang mentari yang sedari tadi membuat para peserta berdiam diri, berharap agar cepat dibubarkan. sejak berdiri Si-Ariffin membuat suasana berubah jadi ramai layaknya pasar pagi. Saat berdiri Si-Ariffin hanya diam, mukanya memerah, tak tahu! apakah merah karena malu atau merah karena kena panas matahari "Oke-oke, boleh duduk lagi" Sahut Si-ketua-osis sembari melambaikan tangan.
 3 hari setelah MOS selesai, Si-Ariffin dapat lebih dekat dengan Kak Erma dengan berkomunikasi via SMS di 3 hari sebelumnya. Mungkin 3 hari cukup untuk Si-Ariffin mengenal Kak Erma atau... Wait.. Wait atau ini yang dinamakan mudah mencintai?
 Tepat dihari ketiga setelah MOS, Si-Ariffin kembali mengungkapkan "Cinta" kepada orang yang baru saja ia kenal, tak di sangka sebelumnya orang yang mempunyai peran utama dalam ini cerita selalu tersakiti oleh "Cinta". Bagaimana tidak? SMS balasan dari ungkapan rasanya, kembali mengingatkannya akan kaca yang pernah ia banting, karena mengikuti perkataan orang yang pernah ia sayang sebelumnya "Ngaca dong!", Maf! Ak sudah ada pacar, namanya ari- Kurang lebih seperti itulah isi dari SMS Kak Erma "Ari!!.. Aku yang kurang cepat atau? Sudahlah..." Si-Ariffin seperti orang ling-lung dibawah pohon didepan kelas barunya, dipagi hari saat teman yang lain masih mempunyai otak yang segar. Berbanding terbalik dengan otak Si-Ariffin.
Otak yang kusut tak membuat Si-Ariffin mengulangi perbuatan seperti yang ia lakukan saat jatuh cinta pertama kalinya, mengemis cinta. "Begini lebih baik!" Gumamnya, saat berhasil memisahkan kartu SIM yang baru ia beli 3 hari yang lalu dengan handphonenya, lalu menjatuhkannya perlahan tepat dibawah tempat duduk yang jadi saksi bisu tingkah aneh Si-Ariffin dipagi itu. -End

.
TERKAIT :

0 Response to "Cerita saat MOS Part 2"

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu dikotak komentar :)